Jumat, 22 Juni 2012

pembelajaran terpadu


PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN TERPADU




BAB I

PEMBAHASAN


Beberapa pengertian dari model pembelajaran terpadu yang dikemukakan oleh beberapa orang pakar pembelajaran terpadu diantaranya :



Menurut Rusman (2010:152), model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas.



Menurut Prabowo (2000:2), pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi. Pendekatan belajar mengajar seperti ini diharapkan akan dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak didik kita. Arti bermakna disini dikarenakan dalam pembelajaran terpadu diharapkan anak akan memperoleh pemahaman terhadap konsep-konsep yang mereka pelajari dengan melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.



Model pembelajaran menurut dick n carey(2001), memandang model pembelajaran sebagai sebuah sistem dan menganggap pembelajaran adalah proses yang sistematis.



Suatu model pembelajaran yang memberikan bimbingan kepada para siswanya untuk berpikir tentang masalah-masalah umum dan tujuan pembelajran. Model desain sistem pembelajaran ini dikemukakan oleh Jerold E Kemp.



            Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang memadukan beberapa materi pembelajaran dari berbagai standar kompetensi dan kompetensi dasar dari satu atau beberapa mata pelajaran.









Menurut Fogarty dalam bukunya How to Integrate the Curricula , ada 10 macam model pembelajaran terpadu, seperti :

  1. The connected model (model terhubung)

Model yang terfokus pada pembentukan saling keterhubungan dalam satu mata pelajaran. Yakni keterhubungan antar satu konsep, tugas dan juga keterhubungan antara ide pada semester saat ini dengan semester yang akan datang.

  1. The webbed model (model jaring laba-laba)

Model ini menggunakan pendekatan tematik dalam memadukan beberapa bidang studi atau mata pelajaran..

  1. The integrated model ( model integrasi)

Merupakan pola baru dan rancangan yang menggunakan elemen-elemen dasar tiap-tiap disiplin ilmu. Cara interdisiplin ini mencocokan subjek-subjek untuk mengisi topik dan konsep dengan beberapa tim pengajaran di dalam suatu model integrasi yang otentik.

  1. The nested model (model tersarang)

Model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi.

  1. The fragmented model ( model fragmen)

Model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya.

  1. The sequenced model ( model terurut)

Model pembelajaran yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya.

  1. The shared model ( model terbagi)

Model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep, keterampilan serta sikap.

  1. The threaded model (model pasang benang)

Model pembelajaran yang memfokuskan pada kurikulum yang berpotongan dengan inti materi subjek. Seperti komponen memprediksi, meramalkan kejadian yang sedang berlangsung, mengantisipasi sebuah bacaan, hipotesis laboratorium dan sebagainya.

  1. The immersed model (model terbenam)

Model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek.

  1. The networked model (model jaringan)

Model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber.


Secara khusus para ahli psikologi pendidikan anak mengemukakan bahwa perkembangan anak usia dini bersifat holistik; perkembangan anak bersifat terpadu, di mana aspek perkembangan yang satu terkait erat dan mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Perkembangan fisik tidak bisa dipisahkan dari perkembangan mental, sosial, dan emosional ataupun sebaliknya, dan perkembangan itu akan terpadu dengan pengalaman, kehidupan, dan lingkungannya.

Merujuk pada teori-teori belajar, di antaranya teori Piaget, maka dalam pembelajaran di jenjang SD kelas rendah hendaknya kita menggunakan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak (DAP atau Developmentally Appropiate Practice). Penggunaan pendekatan DAP ini mengacu pada beberapa asas yang harus diperhatikan oleh guru, yaitu:

  1. asas kedekatan, pembelajaran dimulai dari yang dekat dan dapat dijangkau oleh anak,
  2. asas faktual, pembelajaran hendaknya menapak pada hal-hal yang faktual (konkrit) mengarah pada konseptual (abstrak),
  3. asas holistik dan integratif, pembelajaran hendaknya tidak memilah-milah topik pelajaran, guru harus memikirkan segala sesuatu yang akan dipelajari anak sebagai suatu kesatuan yang utuh dan terpadu,
  4. asas kebermaknaan, pembelajaran hendaknya penuh makna dengan menciptakan banyak proses manipulatif sambil bermain.

Model pembelajaran terpadu tidak hanya cocok untuk peserta didik usia dini, namun bisa juga digunakan untuk peserta didik pada satuan pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA, karena pada hakikatnya model pembelajaran ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud: 1996:3).

Perhatian utama lebih ditujukan pada metode mengajar, daripada kegiatan belajar siswa, berarti lebih kepada alat atau sarana daripada tujuan pendidikan (Jerrold E. Kemp, 1977).







BAB II

PENUTUP

Simpulan

pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang memadukan beberapa materi pembelajaran dari berbagai standar kompetensi dan kompetensi dasar dari satu atau beberapa mata pelajaran.

Prinsip-prinsip pembelajaran terpadu:





Model-model pembelajaran terpadu:

  1. The connected model (model terhubung)
  2. The webbed model (model jaring laba-laba)
  3. The integrated model ( model integrasi)
  4. The nested model (model tersarang)
  5. The fragmented model ( model fragmen)
  6. The sequenced model ( model terurut)
  7. The shared model ( model terbagi)
  8. The threaded model (model pasang benang)
  9. The immersed model (model terbenam)
  10. The networked model (model jaringan)


DAFTAR PUSTAKA

http://nurul071644249.wordpress.com/model-pembelajaran-terpadu/



http://meilanikasim.wordpress.com/2011/04/20/makalah-pembelajaran-terpadu/



http://afiasmadda.blogspot.com/2012/01/model-pembelajaran-terpadu.html

Trianto ,S.pd.,M.pd. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: prestasi pustaka publisher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar